Welcome to KOMPAS GRAMEDIA Internet Lounge.

Your employee login is required to grant access to internal system.

#KGVERSARY53

BULETIN INFO KITA - Agustus 2016

35 TAHUN PT GRAHAWITA SANTIKA (GRUP HOTEL SANTIKA INDONESIA)

Tidak semua karyawan yang saat ini masih aktif bekerja mengalami peristiwa Kompas Gramedia 38 tahun yang lalu. Harian KOMPAS diberedel (dilarang terbit) oleh penguasa saat itu. Tepatnya mulai tanggal 21 Januari 1978 Harian KOMPAS dan beberapa koran lain di Tanah Air dilarang terbit karena memberitakan gejolak gerakan mahasiswa.

Berpijak dari pengalaman ini timbullah pemikiran para Perintis KG untuk mendirikan unit usaha yang bergerak di bidang selain media komunikasi. Sejak itu pula beberapa perusahaan manufaktur dan jasa mulai muncul di selingkung KG, antara lain perusahaan oksigen, pembibitan udang, perbankan, mebel rotan, agen perjalanan, pabrik tisu, perhotelan, dan sebagainya. Beberapa perusahaan baru tersebut memang kemudian ada yang tidak berhasil, tetapi ada juga yang sukses dan eksis sampai saat ini. Di antaranya adalah Hotel Santika.

Mulanya almarhum Binawarman, Kepala Divisi Keuangan merangkap anggota Tim Investasi, melontarkan gagasan untuk mendirikan hotel. Gagasan tersebut awalnya tidak disetujui karena hotel dianggap usaha yang berkonotasi “kurang baik“. Pak Binawarman dengan gigih tetap meyakinkan Tim Investasi yang diketuai oleh Indra Gunawan bahwa masa depan usaha perhotelan akan semakin cerah. Keyakinan tersebut akhirnya mendapat persetujuan Tim Investasi.

Dengan restu Jakob Oetama, akhirnya gagasan itu terwujud. Pada 22 Agustus 1981 berdirilah PT Grahawita Santika, atau disingkat GWS. Unit hotel yang pertama adalah Hotel Santika Bandung, kala itu bernama Hotel Soeti yang dibeli dari pemilik lamanya Ibu Soetiyah Pudjosuwarno (seorang janda perwira Kodam Siliwangi). Kasir Divisi Keuangan Imam Sudyono ditunjuk oleh Pak Binawarman untuk mengawali operasional Hotel Soeti. Hotel sederhana berkelas melati ini terletak di Jalan Sumatera Bandung, memiliki 33 kamar, dan ternyata merupakan tonggak sejarah mengawali perjalanan Grup Hotel Santika Indonesia.

Pengembangan Usaha

Perjalanan waktu selama 35 tahun patutlah disyukuri, masa-masa pasang surut pun berhasil dilewati. Tidak sedikit hotel di Indonesia gulung kasur, terutama menghadapi masa krismon tahun 1998.

Setelah semula hanya mengelola hotel milik sendiri, Santika kemudian membuka diri kepada para investor untuk bekerja sama dalam pengelolaan hotel. Sudah semestinya guna meraih kesuksesan dalam pengelolaan hotel, Santika mulai berbenah diri dengan membagi segmentasi pasar traveler dalam kelas hotel serta melaksanakan berbagai program pengembangan, mulai dari ISO, Rebranding, Performance Management, dan sebagainya agar tetap eksis bersaing dalam menerobos pasar global perhotelan. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Sejak kepemimpinan Lilik Oetama di tahun 2005, Santika berkembang cukup pesat hingga membuat para kompetitor mengerutkan dahi karena Grup Hotel Santika (GHS) hadir di setiap kota besar, sampai saat ini mengelola 94 unit hotel.

Tepat di usia 35 tahun ini PT Grahawita Santika (GWS) berhasil membangun hotel berbintang lima dengan nama The Anvaya Hotel. Hotel bintang lima pertama di jajaran Group Hotel Santika Indonesia ini berlokasi di Jalan Kartika, Kuta, Bali, atau tepatnya di lokasi Hotel Santika Premier Beach Bali dulu.

Dengan bergulirnya waktu dan perkembangan perusahaan, pergantian pimpinan pun terjadi. Sejak 1 Desember 2015 Lilik Oetama diangkat sebagai CEO KG, terhitung 1 Desember 2015 tongkat estafet Direktur Utama PT Grahawita Santika diserahkan kepada Johanes Widjaja.
Hingga saat ini jaringan GHS yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia dan Singapura telah berjumlah 94 unit dengan rincian:

The Anvaya Bintang 5 1 unit
The Samaya Royal Collection 2 unit
The Kayana Royal Collection 1 unit
Hotel Santika Premier Bintang 4 10 unit
Hotel Santika Bintang 3 23 unit
Amaris Hotel Smart Hotel 57 unit
*Sumber data : Marketing Dept PT GWS per Agt. 2016

Dari jumlah tersebut tersedia 11.262 unit kamar yang dilayani oleh 7.000 orang lebih karyawan di seluruh Indonesia. Dengan memanfaatkan pertumbuhan pasar pelancong yang semakin meningkat dan persaingan bisnis perhotelan yang semakin ketat, kualitas produk dan layanan menjadi grand strategy GHS. Di samping itu GHS terus mengembangkan ekspansi jaringan hotel di seluruh wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Sebagai local brand, GHS senantiasa mengedepankan nilai-nilai budaya Indonesia (Idonesian Home) dengan nilai-nilai ini sebagai ciri khas dan kekuatan GHS yang tidak diperoleh dari hotel lain.

Kita berharap di era kepemimpinan Johanes Widjaja, Grup Hotel Santika Indonesia akan semakin maju berkembang sebagaimana visinya “Menjadi hotel pilihan utama yang terbesar di Indonesia dan tersebar di seluruh Asia Tenggara“. Dirgahayu 35 Tahun Grahawita Santika! (*)

Oleh A.Liestaryono, Purnakaryawan PT GWS

SINERGI K-VISION – GRAMEDIA.COM

Call Center K-Vision bisa dimanfaatkan pula oleh unit lain. Harga bersaing, layanan profesional. Sinergi antarunit KG dengan sistem kerja tetap profes...

SAPA KEMERDEKAAN RI KE-71

Sebagai perayaan 17 Agustus, KompasTV menghadirkan acara spesial Sapa Kemerdekaan di area parkir Gedung Green KompasTV. Acara bertema Pesta Rakyat ini...

PANGGUNG GENERASI MILENIAL: TRIBUN STYLE, TRIBUN TRAVEL, DAN TRIBUN JUAL BELI

“Kami membuat konten anak muda dari sudut pandang anak muda, bukan dari apa yang kaum tua pahami tentang anak muda.“ GM Tribunnews Dahlan ...

JALAN-JALAN KE CIKOPO

Sebagai bagian dari Group of Printing, Metaform mengerjakan pesanan berupa kemasan kardus untuk produk-produk mulai dari obat nyamuk, obat, kosmetik, sampai...
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved