Welcome to KOMPAS GRAMEDIA Internet Lounge.

Your employee login is required to grant access to internal system.

MENUJU KG 55

BULETIN INFO KITA - Juli

MENJELANG 55 TAHUN KOMPAS GRAMEDIA MENJADI KG

Dengan banyaknya kelompok usaha di tempat kerja kita ini, perayaan ulang tahun juga pasti banyak. Ada yang baru beberapa tahun, ada yang sudah puluhan tahun. 

Yang tertua di antara kita adalah majalah Intisari. Ya, kita ini dirintis sejak 17 Agustus 1963 dengan terbitnya majalah bulanan itu. Tanggal itulah yang kita rayakan sekaligus sebagai hari jadi kita semua di bawah satu kelompok besar: Kompas Gramedia. 
Kita bersyukur. Tidak semata karena kita sudah “setua“ ini, namun juga karena oleh kedua perintis kita KG telah diposisikan sebagai bagian dari keikutsertaan membangun sebuah Indonesia dalam lingkup kecil-KG sudah bersama-sama negeri ini selama setengah abad lebih. Lima puluh lima tahun kita tumbuh dan berkembang berkat kerja sama sinergik, memperoleh kepercayaan masyarakat, didasari cita-cita tidak sekadar membangun usaha bisnis namun juga mengembangkan ide-ide mulia tentang keindonesiaan yang cerdas tercerahkan.
Apa juga yang layak kita renungi di hari jadi kita ini, selain itu? Dalam hitungan waktu, satu generasi biasanya dihitung 25 tahun. Jadi, untuk usia 55 tahun kita bisa bilang KG sudah berkembang dua, atau malah tiga generasi di bawah satu atap. Generasi perintis mungkin tinggal 1–2 orang saja di antara kita, generasi penerus selanjutnya pun masih terbagi dua lagi. Banyak di antara kita yang bekerja di unit-unit usaha lama maupun baru yang tidak pernah merasakan pahit getirnya merintis usaha, tidak punya historical bounding-ikatan sejarah-sekuat generasi perintis. 
Banyak di antara kita yang malah mengawali kerja di KG semata sebagai job seekers, pencari kerja. Lamaran direspons, lolos tes, begitu saja, tanpa sebelumnya kita kenal KG selain hanya dari “nama besar“. Banyak dari kita tidak kenal produk-produk KG selain di tempat kita bekerja, apalagi kenal para perintis dan misi visinya, terlebih lagi nilai-nilai dan kultur perusahaan ini. Itu sebabnya selama beberapa tahun belakangan dimulai lagi “tradisi“ bagi karyawan baru untuk ikut satu sesi pengenalan perusahaan, program yang namanya NEO – New Employees Orientation, selama beberapa hari diajak kenal KG, selain pasti soal-soal kebijakan perusahaan dan lain sebagainya. Kenapa dibilang sempat terhenti, karena program semacam pernah dijalankan lama berselang dan terhenti karena berbagai sebab sebelum akhirnya kembali dirasa perlu untuk diadakan. Menjaga nilai-nilai dan kultur perusahaan adalah salah satu alasan kenapa sebaiknya karyawan baru harus kenal siapa KG.    
Pertanyaannya, seusai program orientasi dan masing-masing karyawan itu duduk di bangku kerja di unit-unit masing-masing, lantas bagaimana? Zaman sudah melaju sedemikian jauh dari semasa KG dirintis setengah abad silam. Kemajuan teknologi seakan mempercepat laju waktu berlari, kian menjauhkan yang “sekarang“ dengan yang “dulu“. Kata “dulu“ seakan menjadi kata yang dijauhi “sekarang“, karena pasti berkesan jadul, kuno, tidak maju, bahkan gak gaul, gak ngetren, dan lain sebagainya. Jarak antar generasi makin lebar, cerita tentang bagaimana semua yang besar ini dahulu mulai dirintis, atau bahkan dalam perjalanan rintisannya pun, menjadi hanya sekadar kisah…
… yang diulang-ulang hanya di saat perayaan ulang tahun, setahun sekali. 
Toh kita tetap berkembang, di tengah persaingan ketat dunia bisnis. Pada masanya para pemimpin KG sadar bahwa untuk bisa survive dan berkembang KG harus kompatibel dengan tuntutan zaman. Selain perkara efisiensi perusahaan ini juga harus sadar nilai tambah serta inovasi. Soal sumber daya manusia tidak kurang pentingnya dibanding faktor-faktor bisnis semata. Di tengah persaingan ini juga kita sadar perusahaan butuh SDM dengan kompetensi memadai. Karyawan yang terbukti tidak mampu tak akan membuat perusahaan maju, kendati untuk membuktikan kemampuan itu butuh berbagai proses, melewati jenjang per jenjang. Juga arahan, bimbingan, agar inkompetensi berubah menjadi kompetensi yang matang, bukan sekadar karbitan atau dipaksakan. Proses inilah yang mungkin oleh generasi zaman yang menuntut semua serba cepat seperti sekarang ini-tidak cuma di kita tapi juga menggejala sejak lama di berbagai perusahaan besar-dirasa bertele-tele, merepotkan, bikin tidak sabar. Butuh pemahaman semua anggota keluarga KG agar proses itu berjalan dengan semestinya. Lebih bagus lagi bila proses itu danggap sebagai jalan pembelajaran bagi semua, tanpa membeda-bedakan generasi.

Nilai-nilai Keutamaan
Merayakan 55 tahun perjalanan KG adalah juga meninjau ulang-bukan sekadar merenungi-landasan dimulainya perusahaan ini sampai sekarang. Tidak sekadar setahun sekali menengok ulang atau napak tilas, kita perlu senantiasa membubuhkan semangat baru dalam sudut pandang kita, setiap kali. Pola pikir generasi baru mendominasi cara pandang dalam dunia yang kian tak berbatas-batas ini. Seharusnya itu menjadi daya yang lebih membangkitkan. 
Contoh yang pernah dikemukakan oleh Pak Jakob adalah Matsushita Konosuke, orang yang berada di balik berdirinya Panasonic. Setiap perusahaan pasti punya kebudayaan korporat yang menjadi roh, yang memberikan corak khusus. Kebudayaan korporat hanya bisa ditumbuhkan kalau ada nilai-nilai yang dihayati bersama oleh segenap jajaran yang ada di rangkaian gerbong perusahaan. 
Kedua perintis utama kita telah menitipkan falsafah, etika, budaya kerja, dan kebiasaan yang mendukung etika serta etos dalam bekerja. Jujur, kerja tuntas, tegas, namun tetap punya hati. Ini semua terus diperkaya, dipraktikkan, dan dirumuskan menjadi kerangka dan pedoman kerja; kita menemuinya dalam lembar penilaian KPI tiap tahun dalam kolom-kolom isian nilai Care, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delights. Kelima nilai ini dihasilkan dari jiwa dasar awal usaha ini: kemanusiaan yang beriman, demi manusia dan kemanusiaan. Jiwa dasar itu menjadi pengikat, menjadi sumber referensi yang senantiasa dalam penerjemahannya disesuaikan dan diperkaya oleh kondisi dan perkembangan zaman.
Kita berharap KG terus maju, tetap membawa berkah bagi kemaslahatan banyak orang, tidak hanya bagi karyawan-karyawannya, tapi juga semua yang sudah menaruh kepercayaan pada kita selama ini-di tengah tantangan ke depan yang sudah pasti jauh lebih berat. Perubahan serba cepat dewasa ini membuat kita ibaratnya lari tunggang langgang mengejar, untuk meraih, dan utamanya untuk mempertahankan. 
Umur manusia pasti akan berakhir. Manusia pasti tumbuh tua, tidak lagi segesit yang muda. Tapi KG tidak boleh berakhir. Kita memang “tua“, tapi bukankah karena usia yang sudah banyak ini kita disegani? Kita harus terus menjadi KG yang tetap sehat bugar, agar lincah berlari, meraih, dan mempertahankan, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Kompas Gramedia. (Nana, Agatha)

Kantor Baru GDN

Hari Kamis, 12 Juli, yang lalu pintu kantor baru Gramedia Digital Nusantara resmi dibuka dengan seremoni gunting pita yang dilakukan oleh CEO KG Lilik...
© 1963 - 2018  Kompas Gramedia - All rights reserved