Welcome to KOMPAS GRAMEDIA Internet Lounge.

Your employee login is required to grant access to internal system.

SYUKURAN 2018

BULETIN INFO KITA - Februari 2018

TEXT NECK DAN MASALAH LAIN AKIBAT TEKNOLOGI

Ada istilah baru yang populer sehubungan dengan gaya hidup modern: text neck, mengacu pada kondisi kekakuan pada leher akibat posisi kepala yang terus menunduk ketika melihat layar ponsel, tablet, dan perangkat lainnya secara terus-menerus dan berulang. 
Suatu studi menyatakan 79% dari populasi yang berusia 18–44 tahun hampir tidak pernah terlepas dari ponsel selama terjaga. Mereka tidak menggunakan gawai hanya kurang lebih 2 jam dari waktu sadar. Sebenarnya saat membaca buku, makan, atau pada banyak kegiatan lainnya, posisi kepala juga menunduk. Namun saat menggunakan gawai, kita cenderung menunduk dalam waktu lama tanpa diselingi perubahan posisi. Faktanya, tubuh hanya dapat bertahan dalam 1 posisi selama 20 menit. Lebih dari itu, tubuh akan memberi sinyal ke otak untuk melakukan perubahan-perubahan posisi. 
Secara keseluruhan tulang belakang seharusnya membentuk beberapa lengkungan sehingga sel-sel saraf dapat lewat. Saat menunduk, tulang leher melurus; membuat otot-otot berkontraksi dan menambah beban yang harus ditumpu leher. Saat kepala tegak atau dalam posisi netral, leher menumpu beban kepala seberat ± 5–6 kg. Saat menunduk 15o, beban di leher bertambah menjadi 13–14 kg. Menunduk 30o, beban bertambah menjadi 19–20 kg. Menunduk 45o, beban bertambah menjadi 24–25 kg dan menunduk 60o, beban leher menjadi seberat 30 kg. Bisa dibayangkan, beban ini setara dengan menggendong anak kecil usia 8 tahun selama berjam-jam di pundak. Dengan beban sebesar itu setiap hari selama 10–12 jam sehari, lama kelamaan leher menjadi kaku dan melurus sehingga kehilangan bentuk aslinya, dan dapat memicu ‘saraf terjepit’ di bagian leher. 
Awalnya muncul keluhan seperti nyeri atau rasa kaku di sekitar area leher, punggung atas, dan bahu. Tak jarang timbul sakit kepala juga. Bila sudah terjadi penjepitan saraf, nyeri dapat menjalar hingga lengan dan telapak tangan. Apabila berkelanjutan dapat sampai mengubah postur tubuh (menjadi bungkuk atau tulang punggung miring). 
Biasanya text neck didiagnosis berdasarkan gejala saja. Pemeriksaan penunjang MRI baru diperlukan bila sudah kronis untuk melihat apakah adanya saraf yang terjepit yang merupakan komplikasi dari text neck. Penanganan text neck butuh waktu lama, melibatkan perubahan kebiasaan (gaya hidup) dan fisioterapi. Pada beberapa kasus yang berat ketika sudah terjadi penjepitan saraf tulang belakang, perlu dilakukan operasi. Mencegah sebelum terjadi tentu saja langkah terbaik. Caranya:
1. Usahakan ketinggian ponsel sejajar mata. Berlaku juga untuk perangkat lain termasuk komputer, laptop, tablet, dan lainnya.
2. Lakukan intervensi secara berkala saat menatap layar, misalnya berjalan mengambil minum, buang sampah, melakukan peregangan. Lakukan minimal satu kali setiap setengah jam.
3. Pastikan posisi kursi, meja, dan komputer berada dalam satu garis sejajar. Posisi monitor terlalu ke kanan atau ke kiri akan membuat leher berada dalam posisi miring ke satu sisi cukup lama dan  sering. 

Mata pun terdampak karena terus-menerus menatap layar sepanjang hari. Keluhan yang sering dirasa adalah mata terasa pegal setiap melihat ke layar. Tak jarang keluhan sakit kepala ternyata berasal dari mata lelah, mungkin karena ukuran kekuatan kacamata sudah tidak sesuai. Karena itu, periksalah mata setiap 6 bulan.  
Masalah lain akibat gawai adalah mata kering. Saat berkonsentrasi, orang cenderung jarang mengedip. Padahal mengedip adalah mekanisme tubuh untuk membasahi bola mata supaya tidak kering. Bola mata yang kering mudah teriritasi sehingga menimbulkan rasa perih atau panas. Ingatlah selalu untuk mengedip saat menatap layar apa pun, baik ponsel, laptop, komputer bahkan televisi. Istirahatkan mata setiap beberapa waktu. Melihat ke arah yang jauh selama 20–30 detik setiap 30 menit. 
Jangan lupa juga menjaga kadar cairan dalam tubuh. Setiap sel di dalam tubuh kita 70–80%-nya adalah cairan. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi cairan tubuh supaya terhindar dari mata kering dan kekakuan otot. Usahakan minum 30–50cc/kg berat badan per hari. (dr. Fiona Tjiputra/Medical Clinic KG)

Last But Not Least

Sembari menekuri riuh rendahnya dunia luar biasa luas di genggaman tangan kita (yang kita tekuni kapan saja, di mana saja, lama menunduk lupa sekitar)...

PENGHARGAAN UNTUK MEDIA CETAK KG

Media-media cetak kita menerima penghargaan dari berbagai kategori pada perayaan Hari Pers Nasional yang diadakan di Ballroom Hotel Mercure Padang, Sumatera...

48 TAHUN GRAMEDIA

Jumat pagi, 2 Februari, area parkir Palmerah Barat meriah oleh karnaval karyawan GoRP berkostum Futuristic dari bahan daur ulang, merayakan ulang tahun...

SYUKURAN 2018

Dengan hujan deras bercampur semburan bubuk warna-warni yang ditembakkan ke udara, acara besar Syukuran 2018 di Palmerah ditutup sore hari setelah berlangsung...
© 1963 - 2018  Kompas Gramedia - All rights reserved