Welcome to KOMPAS GRAMEDIA Internet Lounge.

Your employee login is required to grant access to internal system.

TRANSFORMASI BERINTEGRITAS

BULETIN INFO KITA - Maret 2017

MENGANTUK?

Tidur sama pentingnya dengan nutrisi dan olahraga guna mencapai hidup sehat. Sayangnya kita sering meremehkannya. 

Padahal mengantuk merupakan masalah yang berdampak luas. Sekitar 20% kecelakaan lalu lintas disebabkan pengemudi yang mengantuk, pada 1.500 kasus menyebabkan kematian. Ketika mengantuk, kemampuan mengendalikan stres, daya konsentrasi, kemampuan mendengarkan, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan menurun lebih dari setengahnya.  

Di tempat kerja, karyawan yang mengantuk meningkatkan 70% risiko terlibat dalam kecelakaan. Kurang tidur pada akhirnya bukan hanya menjadi masalah individu. Karyawan di tempat kerja berisiko tinggi yang mengantuk dan lalai dalam pekerjaannya berpotensi menimbulkan tragedi. Contoh, kurang tidur menjadi salah satu penyebab meledaknya reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Uni Soviet dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Ohio di abad lalu. 

Cukup tidur, baik kuantitas maupun kualitas, berkaitan erat dengan kesehatan fisik dan psikis. Perilaku sepanjang hari dan menjelang tidur seperti apa saja yang kita lakukan, apa yang kita makan dan minum, obat-obatan yang kita minum, apa yang kita kerjakan, tingkat stres yang dihadapi, paparan cahaya dan suara, berperan besar dalam hal ini. Penelitian mengungkap dengan berlalunya waktu orang yang kurang tidur akan beradaptasi dan menjadi terbiasa, tetapi hasil tes mental dan performa menunjukkan kurva yang terus menurun. 

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda tapi orang dewasa secara umum butuh tidur sekitar 7–9 jam sehari. Hal mudah dan praktis yang dapat dilakukan untuk menilai apakah kita sudah cukup tidur adalah dengan memperhatikan: 
- Rasa puas dan segar ketika bangun tidur. 
- Produktivitas dan kinerja yang baik selama terjaga. 
- Kemampuan otak, daya konsentrasi, dan suasana hati stabil. 
- Tidak butuh stimulan seperti minuman berenergi yang mengandung kafein, kopi, dan lainnya sepanjang hari dan tidak mudah tertidur pada kegiatan monoton seperti menonton, mengendarai mobil, dan lainnya. 
- Ketika waktu tidur akan tertidur dalam waktu 15 sampai 20 menit setelah berbaring (jika kurang dari 5 menit sudah tertidur, besar kemungkinan orang tersebut kekurangan tidur). 

Tidur sangat penting karena memiliki manfaat sebagai berikut: 
1. Memengaruhi kinerja otak. Saat kita sedang tidur, otak melakukan beberapa proses seperti menyimpan informasi dan hal-hal yang dipelajari ketika berjaga. Cukup tidur meningkatkan proses belajar, kreativitas, dan daya konsentrasi. 
2. Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan, mendengarkan, dan mengendalikan emosi. 
3. Memengaruhi sistem kekebalan tubuh, daya tahan terhadap stres, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. 
4. Tidur yang cukup membantu mengendalikan berat badan melalui keseimbangan hormon yang membuat kita merasa lapar dan hormon yang membuat kita merasa kenyang. 
5. Kurang tidur meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, ginjal, diabetes mellitus, dan hipertensi. 
6. Saat tidur tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan yang membantu proses tumbuh kembang pada bayi, anak-anak, dan remaja. Hormon yang sama berguna juga bagi pembentukan massa otot,kulit, dan tulang, juga perbaikan sel-sel dan jaringan tubuh yang rusak. 
7. Tidur juga berperan dalam kesuburan dan dapat memperbaiki kehidupan seksual. 
8. Cukup tidur memperlambat proses penuaan. Kurang tidur menyebabkan tubuh melepaskan hormon stres yaitu kortisol. Dalam jumlah berlebih, kortisol dapat merusak kolagen kulit yang sangat diperlukan dalam menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. 

Beberapa tip untuk menjaga kualitas dan kuantitas tidur: 
- Buat jadwal tidur dan bangun tidur yang konsisten setiap hari termasuk waktu libur.
- Buat rutinitas sebelum tidur, misalnya sikat gigi, membaca buku, mendengarkan musik, berdoa, dan lain-lain. 
- Matikan semua peralataan elektronik seperti ponsel, komputer, televisi, dan lain-lain. 
- Tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual bagi yang sudah menikah. 
- Bila setelah 20 menit belum tertidur juga, bangun dan keluar dari tempat tidur, lakukan hal-hal yang menenangkan seperti membaca buku dan mendengarkan musik (bukan menggunakan gawai).
- Olahraga secara rutin, usahakan di pagi hari dan terpapar sinar matahari pagi. 
- Hindari makan malam sebelum tidur, beri jarak 2–3 jam. 
- Hindari minum kopi, alkohol, dan merokok. 
- Istirahat siang, tidak lebih dari 10–20 menit. 
- Kondisikan kamar tidur dalam keadaan redup, tenang, nyaman, sejuk, bersih, dan rapi.  
- Gunakan peralatan tidur seperti kasur, bantal, dan seprai yang nyaman. 
- Posisi tidur senyaman mungkin. 
- Kendalikan stres 
- Lakukan relaksasi, meditasi, atau teknik pernapasan. 
- dr. Andrew Weil, seorang dokter di Harvard yang memfokuskan diri pada kesehatan holistik, memopulerkan teknik pernapasan 4-7-8 yang dapat membantu orang untuk tertidur dalam waktu kurang dari satu menit. Caranya, istirahatkan lidah di daerah gigi depan rahang atas. Tutup mulut, tarik napas melalui hidung sambil berhitung dalam hati sampai hitungan 4, kemudian tahan napas sampai 7 hitungan. Embuskan napas perlahan melalui mulut sampai 8 hitungan. Ulangi seluruh proses sampai 4 kali. 
- Jika tetap sulit tidur lelap, konsultasikan dengan dokter. 
 (dr. Susanti/Medical Center KG)

Syukuran KG di Daerah

Sejak awal Februari sampai selama bulan Maret perayaan penuh sukacita kebersamaan acara Syukuran 2017 digelar di 34 kota di luar Jakarta.

Diginusa “Evolusi Pendidikan“

Mengusung slogan “Digitalizing Education for The Nation“, Diginusa mengubah kelas konvensional yang didominasi oleh guru menjadi kelas modern...

Robolego

Sesuai dengan slogan “Build Your Happiness“, Robolego membantu menyalurkan imajinasi dan kreativitas anak melalui bangunan konstruksi balok...

BOLA Anugerah Olah Raga Indonesia XXIX Didominasi Atlet Olimpiade

AORI adalah ajang tahunan yang telah digelar sejak 1989, dengan daftar nominasi diisi oleh para atlet yang berprestasi di tahun sebelumnya. AORI telah...
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved