Welcome to KOMPAS GRAMEDIA Internet Lounge.

Your employee login is required to grant access to internal system.

#BANGGABERUBAH

BULETIN INFO KITA - Juni 2017

PENYAKIT PASCA LEBARAN

Lebaran mudik ke mana? Waspada dan hati-hati selama menuju kampung halaman dan sebaliknya dalam arus balik ke Jakarta, waspadai juga segala keluhan fisik yang datang sesudah Lebaran. Alangkah bijak jika antisipasi sedini mungkin dapat dilakukan agar terhindar dari bermacam gangguan kesehatan.

Berikut ini daftar tentang yang perlu diperhatikan dan diwaspadai:
1. Penyakit saluran pernapasan.
Aktivitas berlebihan, kurang istirahat, dan pola makan yang kacau sering menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Tubuh rentan tertular penyakit akibat virus maupun kuman yang menyerang saluran napas. Batuk dan pilek sering kali dijumpai. Atasi dengan cara: 
- Jaga kecukupan gizi, penuhi kebutuhan tidur, tetap olahraga, sering-sering cuci tangan   dengan sabun.
- Batuk atau bersin? Tutup mulut dan hidung dengan saputangan atau tisu untuk mencegah   penularan.
- Hindari menyentuh hidung dan mulut dengan tangan, bila perlu gunakan saputangan atau   tisu.
- Hindari situasi yang menyebabkan iritasi saluran pernapasan seperti tempat yang berdebu,   berasap, dan yang terlalu panas atau terlalu dingin. 
2. Penyakit Mag.
Pola makan salah, sibuk berlebihan, dan stres sering menyebabkan gangguan pencernaan. Perut terasa perih, kembung, sering sendawa dan buang angin, mual, dan muntah.
Usahakan: 
- Makan tepat waktu, dalam porsi kecil tetapi sering. Hindari makanan bergas (kacang-   kacangan, brokoli, kol), asam, pedas, berlemak termasuk gorengan, dan hindari minuman   bersoda, kopi, alkohol.
- Cukup minum air putih.
- Berhenti merokok.
- Kelola stres dengan bijak. 
- Hindari minum sembarangan obat pereda nyeri karena beberapa jenis obat bersifat asam.
3. Muntaber.
Sebagian besar disebabkan kurang tepatnya pilihan makanan. Muntaber sangat merepotkan di perjalanan, apalagi bila terjebak macet. Lakukan ini:
- Bila terpaksa jajan, perhatikan kebersihan makanan, alat makan, tempat berjualan,     kebersihan, dan kesehatan si penjual dan penyaji.
- Sering-sering cuci tangan terutama setelah ke toilet, mengganti popok, batuk, bersin atau   buang ingus, dan sebelum makan
- Cuci tangan dengan sabun, gosok sabun ke seluruh tangan termasuk sela jari dan     punggung tangan selama paling sedikit 20 detik sebelum dibilas dengan air bersih yang   mengalir. Bila tidak memungkinkan, gunakan cairan pembersih tangan atau tisu basah.
4. Pegal linu.
Kondisi ini sering dialami oleh pemudik maupun mereka yang ditinggal asisten rumah tangga. Tangkal dengan:
- Hindari berdiri, duduk, atau bekerja dengan satu posisi dalam waktu terlalu lama. Buatlah   prioritas tugas, jangan paksa diri, bila perlu jangan segan minta bantuan. Jaga posisi tubuh   ketika akan mengangkat barang berat, jongkok dahulu baru mengangkat, bukan   membungkuk. Cukupi kebutuhan istirahat.
- Biasakan dan sempatkan olahraga
5. Peningkatan Berat Badan.
Sering kali berat badan yang turun selama berpuasa akan cepat kembali ke berat awal, bahkan bisa melonjak lebih tinggi lagi. Antisipasi dengan makan sesuai jadwal. Jaga asupan makan agar tetap sehat dan seimbang. Selalu makan sayur dan buah, makanan rendah gula, rendah garam, dan rendah lemak jahat tetapi tinggi serat. Hindari atau kurangi makanan yang terlalu asin dan terlalu manis. Tetap aktif bergerak dan olahraga. Cukupi kebutuhan minum. 
6. Meningkatnya kadar asam urat dalam darah.
Lazimnya yang tersaji di masa Lebaran adalah makanan tinggi purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Hindari jeroan (hati, ginjal, otak, jantung, paru, limpa, usus, babat), kerang, kaldu, ragi. Cukupi kebutuhan cairan. Makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (stroberi, bluberi, ceri, kiwi, jeruk, nanas, anggur). Olahraga dengan intensitas sedang dapat meningkatkan peredaran darah sehingga memperlancar pembuangan asam urat. Bila perlu, makan obat penurun asam urat sesuai anjuran dokter.
7. Meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.
Kolesterol hanya ada dalam produk hewani. Hindari atau kurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti jeroan, telur puyuh, kuning telur, udang, cumi, kepiting, mentega, kulit, gajih, kue, es krim. Makan lebih banyak buah-buahan dan sayur-sayuran. Aktif bergerak dan rutin olahraga. Bila perlu, makanlah obat-obatan penurun kolesterol sesuai anjuran dokter.
8. Meningkatnya tekanan darah.
Penyakit darah tinggi sering tidak memberikan gejala. Hanya 50% penderita menyadari terkena hipertensi. Periksa tekanan darah secara teratur.
- Hindari kelelahan dan kelola stres.
- Ambil makanan sehat rendah gula, garam, dan lemak jahat tetapi tinggi serat, makanan   tinggi kalium (potasium) seperti ubi, air kelapa, sukun, sayuran hijau (bayam, bok choy,   buncis, seledri, sawi), buah (alpukat, pisang, semangka, pepaya, pir, mangga, kurma),   kacang-kacangan (edamame, kedelai, kacang merah, almond). Hindari atau kurangi   makanan olahan atau makanan berpengawet.
- Berhenti merokok.
- Rutin olahraga dan aktif bergerak, kendalikan berat badan.
- Bila perlu, minum obat penurun tekanan darah sesuai anjuran dokter.
9. Meningkatnya kadar gula darah.
Terlalu banyak asupan tinggi gula tidak hanya akan meningkatkan kadar gula darah, yang pada penderita diabetes akan dapat berakibat buruk atau fatal, tetapi juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Hindari atau batasi asupannya. Tetap aktif dan olahraga agar gula darah tetap terjaga.
10. Infeksi saluran kemih.
Penyakit ini sangat mengganggu karena menimbulkan nyeri dan panas saat berkemih, meningkatkan frekuensi berkemih, mual, dan nyeri di daerah pinggang. Hindari dengan: 
- Cukup minum.
- Jangan menahan bila ingin buang air kecil. Ketika membersihkan area sensitif, basuh dan   seka dari arah depan ke belakang. Hindari pemakaian rutin cairan antibakteri pembersih   vagina. 
- Hindari pakaian yang terlalu ketat dan pilih yang berbahan katun.
11. Wasir/ambeien.
Hampir setiap 3 dari 4 orang dewasa menderita ambeien dan tidak selalu menimbulkan keluhan. Cegah dengan:
- Cukup asupan serat (buah dan sayur) dan cairan. 
- Hindari posisi duduk terlalu lama, termasuk ketika BAB, dengan posisi terbaik adalah   jongkok. Bila terpaksa harus duduk, angkat lutut mendekati perut (letakkan bangku kecil di   kaki). Jangan menahan jika terasa ingin BAB. Jaga kebersihan daerah anus. 
- Hindari pakai tisu untuk mengeringkan daerah anus, gunakan handuk. 
- Tetap aktif dan olahraga jenis aerobik.
- Hindari mengangkat yang terlalu berat.

Di hari yang fitri dan kita kembali “bersih“ alangkah   baiknya jika tubuh pun “bersih“ dari segala penyakit. Mencegah selalu lebih baik (dan lebih   murah) daripada mengobati. Selamat Idul Fitri 1438 Hijriah, mohon maaf lahir batin.

(dr. Susanti/Medical Clinic KG)

Kompas.com Raih Superbrands Award 2017

Superbrands, sebagai lembaga arbiter international untuk merek terkemuka, memberikan salah satu dari 35 penghargaan kepada KOMPAS.com untuk kategori Online...

JALAN BERLIKU MEMPERTAHANKAN PIALA

Perjalanan tim basket KompasTV pada musim kompetisi tahun ini adalah yang terberat dalam 4 tahun terakhir. Memulai kejuaraan bola basket antarmedia nasional...

CERITA BUKBER DARI PALMERAH

Jelang hari-hari terakhir Ramadhan 2017 digelar banyak kesempatan buka puasa bersama untuk wilayah Palmerah.

#mudiKGesit - MENGAWAL MUDIK LEBARAN 2017

Sesudah selama beberapa dasawarsa liputan pulang kampung Lebaran dilakukan sendiri-sendiri, tahun ini Harian KOMPAS, Kompas.com, KompasTV, dan Radio Sonora...
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved