GRAMEDIA CETAK SURAT SUARA

Jumlah surat suara dalam Pileg 2014 adalah empat kali jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Jika jumlah DPT adalah 186.569.233 (data KPU per Maret 2014), maka ada 746.276.932 eksamplar surat suara yang digunakan dalam Pileg 2014. Surat suara menjadi logistik utama pemilu yang dipersiapkan secara serius oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Jauh hari sebelum pemilu dilaksanakan, KPU telah menggandeng beberapa pihak ketiga sebagai mitra kerja dalam pengadaan surat suara. Salah satu yang mendapat kepercayaan itu adalah perusahaan kita, Kompas Gramedia (KG).

KG, melalui Percetakan Gramedia (Gramedia Printing), dipercaya KPU sebagai mitra kerja untuk mengadakan surat suara dengan jumlah total 103.289.318 eksamplar. Itu artinya, secara nasional, KG turut berkontribusi mengadakan sekira 14% surat suara yang digunakan dalam Pileg 2014. Bukan jumlah yang sedikit. Proses cetak surat suara dikerjakan mulai tanggal 6 Februari hingga 3 Maret 2014 di lima site Percetakan Gramedia: Palmerah Selatan (Jakarta), Rancak Rengkek (Bandung), Bawen (Semarang), Rungkut (Surabaya) dan Deli Serdang (Medan).

Dalam masa pencetakan itu, Percetakan Gramedia di Palmerah Selatan mendapat kunjungan tamu dari Komisi II DPR RI dan KPU, Senin (17/2). Rombongan wakil rakyat dan penyelenggara pemilu itu datang meninjau proses cetak surat suara di Percetakan Gramedia. Kedatangan mereka disambut oleh Direktur KG Group of Printing (GoP), Hari Susanto. “Selamat datang di percetakan PT Gramedia. Di sini nanti bapak ibu bisa berkunjung ke ruang produksi untuk melihat secara langsung proses cetak surat suara,“ sambutnya hangat.
Sebelum berkunjung ke ruang produksi, terlebih dahulu diadakan sharing di aula serbaguna GoP. Dalam sesi sharing, Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar Sudarta, menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka. “Bagaimana agar luber jurdil yang menjadi mimpi kita bersama ini bisa terwujud dalam Pemilu 2014, dalam hal inilah kami berkunjung ke Percetakan Gramedia,“ paparnya.

Agun berharap, dilakukannya monitoring ini dapat mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya masalah-masalah dalam penyelenggaraan pemilu terkait dengan surat suara, seperti monopoli cetak dan salah cetak. “Kita belajar dari masalah pengadaan soal ujian nasional. Kalau dalam pemilu ini kami yang bertanggungjawab. Untuk itulah kami datang kemari untuk memastikan semuanya dikerjakan dengan tepat dan penuh kehati-hatian. Ini menyangkut esensi kedaulatan karena sangat menentukan legitimasi pemerintahan berikutnya,“ jelasnya.

Kinerja Percetakan Gramedia dalam pengadaan surat suara ini mendapat apresiasi positif dari KPU selaku panitia penyelenggara pemilu dan pihak yang menggandeng mitra kerja. Ketua KPU, Husni Kamil Manik, dalam sesi sharing mengapresiasi Percetakan Gramedia yang dinilainya telah bekerja dengan baik dalam pencetakan surat suara. Salah satunya dalam memastikan ketepatan jumlah surat suara, yang mana tidak sekadar dihitung secara manual oleh manusia, tapi juga ditimbang beratnya sedetail mungkin. “Dalam hal ini yang saya tinjau di Palmerah dan Medan, jumlah setiap kemasannya sama. Percetakan menggunakan timbangan tera. Begitu kelihatan tidak sama, akan dihitung ulang. Jadi hal-hal yang detail seperti ini sangat diperhatikan,“ paparnya.

Percetakan Gramedia juga dinilai telah menerapkan standar pengamanan (security) yang ketat terhadap surat suara. Pemeriksaan keluar masuk tidak hanya dilakukan terhadap barang, tapi juga orang. “Termasuk nanti di sini mohon maaf kalau bapak ibu harus diperiksa kalau mau masuk ke tempat sortir. Jangankan kita yang tamu, saya lihat waktu kunjungan pertama itu, Pak Hari Warjono (Direktur Percetakan sebelum Hari Susanto - red) saja diperiksa saat masuk dan keluarnya untuk memastikan tidak membawa surat suara,“ tukas Husni. Optimalisasi pengamanan juga mencakup pengkodean pada setiap surat suara, sehingga kalau terjadi masalah nantinya di pengadilan bisa dijelaskan mana yang asli dan mana yang palsu.

Selepas sharing, Hari Susanto lalu mengajak rombongan tamu untuk meninjau langsung ke ruang produksi. “Sebelumnya kami berpesan agar nanti jangan berpencar agar tidak tersesat karena banyak lorong. Demi keamanan juga kami harapkan untuk lebih berhati-hati karena banyak mesin dan barang-barang yang bergerak,“ pesan Hari.

Di ruang produksi, para tamu menyaksikan secara langsung bagaimana dua jenis mesin cetak milik Percetakan Gramedia, Magnum dan HT, bekerja super cepat memproduksi surat suara. Mesin Magnum mempunyai kapasitas produksi sampai 25.000 eksamplar surat suara per jam, sementara mesin HT “yang merupakan mesin cetak terbesar dan masih satu-satunya di Indonesia“ mampu mencetak 50.000-60.000 eksamplar surat suara per jam. Pantas saja lebih dari 100 juta surat suara itu bisa selesai dikerjakan dalam waktu sebulan!

Beberapa lembar surat suara lalu diambil dan dicermati secara seksama oleh para tamu, dengan dipandu penjelasan Hari Susanto dan beberapa staf percetakan. Komisi II DPR melalui Agun menyampaikan kepuasannya terhadap proses dan hasil cetak surat suara di Percetakan Gramedia. “Kami ucapkan terima kasih kepada Percetakan Gramedia, karena kita bisa melihat proses cetak surat suara, bagaimana sistem pengerjaan, dan kualitasnya. Mudah-mudahan kehadiran kami di sini juga bisa memberikan support bahwa Gramedia aktif turut serta dalam mensukseskan terselenggaranya pemilu 2014,“ pungkasnya.

Kompas.id Kini Hadir bagi Anggota GarudaMiles

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat berada di pesawat menuju suatu tempat. Salah satunya membaca bacaan favorit atau bahkan membaca berita dari...

VIK Kompas.com Raih Penghargaan

Visual Interaktif Kompas (VIK), salah satu bagian produksi Kompas.com, berhasil meraih penghargaan "Best Website" kategori News/Entertaiment dalam ajang...

Ramenya 17-an Bareng Motion Radio

Bekerjasama dengan TransJakarta kembali dihadirkan “Nomaden Music Shelter Selebrasi 17A-an“. Digelar di Shelter Sarinah, Jakarta, jam 07.00...

#AkuBaca: Investasi Masa Depan

Membaca ibaratnya sudah menjadi fitrah manusia. Kompas Gramedia mengajak setiap individu Tanah Air untuk menyadari pentingnya membaca.

Ode Bulan Agustus #3: Bernyanyi Untuk Negeri

Mengutip kata Direktur Program Bentara Budaya Frans Sartono program tahunan Ode Bulan Agustus adalah semacam tujuhbelasan ala Bentara Budaya. Ode, atau...

Ulang Tahun Radio Sonora ke-45

Menginjak usia ke-45 tahun Radio Sonora mengadakan acara syukuran sederhana di Gedung Perintis Lt 5 Jl Kebahagiaan No.4-14 Krukut, Jakarta Barat. Meski...

GM Baru Santika Premiere Slipi Jakarta

Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta memiliki wajah baru dengan sentuhan warna berbeda dengan resminya General Manager baru, Guido Andriano.

LINTINGAN KORAN DEKAT PERLINTASAN KERETA PALMERAH

Berawal dari ketertarikan pada benda sederhana terbuat dari limbah kertas koran, beberapa pemuda Indonesia yang berkuliah di Amerika Serikat berniat membantu...

Dendang Kencana 2017: Lagu Untuk Anakku

Lomba paduan suara tingkat TK dan SD “Dendang Kencana“ yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia sejak tahun 1990 hingga 1996 kembali diha...

Aku Indonesia

Memaknai Hari Anak Nasional yang dirayakan setiap tanggal 23 Juli Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan berbagai komunitas anak menggelar Pekan Kreativitas...
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia