ORGANIC, GREEN, & HEALTHY (OGH) EXPO 3

Apa yang dilakukan oleh Christoper Emille Jayanata adalah sebuah contoh nyata. Keprihatinan terhadap kondisi produk-produk, khususnya hasil pertanian, yang tak ramah kesehatan dan lingkungan, menggerakkan pria kelahiran Bogor ini untuk melakukan upaya perbaikan dan penyelamatan. Semangat itu mendorong Emille berkeliling Indonesia untuk mengedukasi masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat dan peduli lingkungan. Sebuah gerakan penyadaran yang pada prosesnya mewujud dalam wadah yang bernama Komunitas Organik Indonesia (KOI). Dengan misi untuk menyebarkan ‘virus-virus’ cinta organik, semakin lama KOI pun semakin berkembang.

Awalnya cuma beranggotakan 12 orang, tapi kini KOI telah mempunyai anggota lebih dari 8.000 orang. Bermula dari sekadar gathering rutin, lalu merambah ke berbagai social media dan media massa. Bahkan, mewujud pula dalam gelaran event akbar tahunan yang bernama Organic, Green & Health (OGH) Expo. Sebuah pameran yang menampilkan beragam produk organik yang ramah kesehatan dan lingkungan.
Sebagai perusahaan yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan, Kompas Gramedia (KG) mendukung penuh gerakan KOI. Dukungan itu menjelma kian nyata dalam bentuk kerjasama yang dilakukan KG bersama KOI pada penyelenggaraan OGH Expo 3 di tahun 2013. Selain sebagai partner utama, KG juga menjadi tuan rumah, tempat digelarnya Pameran Selaras Alam terbesar di Indonesia ini. OGH Expo 3 digelar di Lapangan Orange Kompas Gramedia, 3-6 Oktober 2013, dengan tema “Green World Starts from Home“.

Acara ini dibuka oleh istri Menteri Perdagangan RI, Yasmin Gita Wiryawan, yang didampingi oleh Sara Moriarty, istri Duta Besar Australia untuk Indonesia. Sebagai tanda pembukaan, Yasmin melakukan gunting pita lalu dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen ‘Indonesia Lebih Sehat’. Dalam sambutannya, Yasmin berpesan agar terus membudayakan gaya hidup sehat. “Gaya hidup organik bisa dimulai dari rumah dan keluarga,“ ujarnya. Sementara itu, Sara mengatakan kalau dirinya juga suka mengonsumsi sayuran organik. “Setiap minggu saya berbelanja sayuran organik di supermarket,“ katanya. Gaya hidup organik lainnya yang dilakukan adalah dengan selalu membawa tas sendiri saat berbelanja. “Saya tidak pakai kantong plastik lagi,“ tambahnya.

Selain itu, acara ini juga menyajikan puluhan acara menarik dan edukatif yang dikemas dalam beragam bentuk. Ada yang berupa pertunjukan seperti Musik Sampah. Ada Seminar atau sharing, antara lain Rumah Ramah Anak; Waste Management Services; Hidup Tanpa Sabun, Shampoo dan Detergent; Memanfaatkan Lahan Sempit menjadi Kebun Organik; Pariwisata dan Pengembangan Potensi Lokal; Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik; Permodalan Wira Usaha Sosial. Juga Workshop, antara lain Recycle Art bagi Anak-anak; Mengelola Sampah menjadi Uang; Festival Kuliner Sehat; Cooking Without Recipe. Lalu Klinik, yaitu Klinik Herbal Gratis dan Klinik Terapi Bunga (Flower Healing). Ada pula yang berupa lomba, yaitu Greenpreneurship Award dan Heritage Culinary Competition. Serta beragam jenis acara dan sajian lainnya.

Pameran yang berlangsung selama 4 hari itu bukan saja tampak hijau dan segar, namun juga diliputi antusiasme, baik peserta maupun pengunjung. Eva Lam dari Komunitas Belajar Hidroponik (KBH) juga ingin menginspirasi banyak orang untuk bertanam sayur organik. Di booth-nya yang dipampangi tanaman cabe dan tomat organik, Eva dengan ramah melayani pertanyaan setiap pengunjung mengenai budidaya sayuran dengan cara hidroponik. “Senang sekali bisa terlibat. Kami ingin mengajak teman-teman supaya mandiri pangan. Nggak susah kok tanam sayur sendiri,“ ujarnya tersenyum.

Sementara itu, Ova, salah seorang pengunjung lainnya, tampak membawa banyak barang belanjaan dari booth. “Dari dulu saya dan keluarga kalau masak tanpa MSG. Makanya saya banyak belanja di sini karena produk-produknya non- MSG,“ katanya. Ibu yang datang dengan membawa 2 anaknya ini merasa sangat terbantu. Ia berharap event ini bisa diadakan lebih sering dan lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang.

"Relaunch #newMotion975" Pesta HipHopers Jakarta

Acara “9ET LIT: Celebrate Our 9th Anniversary and Relaunch Party of Motion Radio 975 FM“ di The Pallas SCBD Jakarta, Senin, 30 Juli yang lalu,...

JOKOWI KUNJUNGI OTOBURSA TUMPLEK BLEK 2018

Tabloid OTOMOTIF sukses menggelar event tahunan Otobursa Tumplek Blek 2018 bertema “New Excitement“, Sabtu–Minggu, 21–22 Juli....

“Cerita Negeri Kopi“ PESTA KOPI DI PALMERAH

Sesudah pada 2016 sukses menggelar Festival Kopi Flores, tahun ini Harian KOMPAS kembali membuka kesempatan bagi penikmat dan pencinta kopi di Jakarta...

HITUNG CEPAT PILKADA SERENTAK 2018

Antara lain sebagai wujud jurnalisme presisi, hitung cepat hasil pemilihan kepala daerah digelar di Palmerah. Tentunya sekaligus dengan semangat mengawal...

SANTIKA INDONESIA RAIH PENGHARGAAN

Satu lagi pencapaian diraih oleh Santika Indonesia Hotels and Resorts, kali ini diberikan oleh Markplus, Inc., konsultan profesional bidang pemasaran,...

Kembalikan Lagu Anak Indonesia!

UMN Pictures bersama Corporate Communications KG berkolaborasi memproduksi video animasi lagu anak “Aku Suka Membaca“, salah satu juara lomba...

OJEK LUSI UMN MENANGKAN MALANG FILM FESTIVAL 2018

Film dokumenter Ojek Lusi garapan mahasiswa prodi Film dan Televisi UMN memenangkan Malang Film Festival 2018 kategori Film Dokumenter Terbaik di Universitas...

NONTON BARENG VALUE PEOPLE: “AVENGERS INFINITY WAR“

Turut memeriahkan penayangan film terbaru seri Avengers yang sudah dinanti-nanti banyak penggemarnya, KG Value Card menyelenggarakan “Nonton Bareng...

OTOMOTIF AWARD 2018 ‘The Right Choice’

Untuk ke-11 kalinya Tabloid OTOMOTIF menggelar Otomotif Award, pada Rabu, 28 Maret, di Shangri-La Hotel Jakarta.

SUCI 8 MISSION IMPOSSI8LE

Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) KompasTV memasuki musim ke-8 setelah konsisten beregenerasi selama tujuh tahun tanpa jeda.
© 1963 - 2018  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia