PBK BOARD GAME

Tried to keep you close to me,
But life got in between
Tried to square not being there
But think that I should've been
“Hold Back the River“ by James Bay

Keluarga dengan anak beranjak remaja kemungkinan besar akan mengamini lirik lagu di atas. Rutinitas pekerjaan kerap memaksa orangtua berada jauh dari keluarga. Lahirlah banyak hal yang disuguhkan pada anak-anak untuk menggantikan ketidakhadiran orangtua dalam waktu-waktu berharga mereka. Alih-alih membaik, situasi malah jadi semakin runyam.
Dengan semangat memperjuangkan nilai-nilai utama dalam keluarga, pada bulan Maret Harian KOMPAS bekerja sama dengan Kummara (perusahaan desain board game dari Bandung) menyelenggarakan event bertajuk “Board Game Challenge 2015“. Acara ini mengajak desainer muda di Jogja, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Jakarta merancang permainan yang baik bagi keluarga dalam bentuk board game, permainan yang sesungguhnya tidak asing bagi kita. Ular tangga, catur, monopoli, hingga kartu remi adalah beberapa contoh board game yang sangat populer. Bedanya, dalam “BGC2015“ Harian KOMPAS menantang 340 desainer muda yang ikut serta untuk menciptakan board game modern yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Luar biasa! Event ini menghasilkan tak kurang dari 96 desain board game. Sebagian generik, sebagian lainnya benar-benar fresh dan sangat menyenangkan saat dimainkan. Semuanya, tentu saja, khas Indonesia.
Harian KOMPAS kemudian memilih 5 desain terbaik dari setiap kota dan memanggungkannya selama dua hari dalam event grand final di Jakarta pada bulan Juni. Hasilnya, “Waroong Wars“ dari Surabaya keluar sebagai juara pertama, “Pagelaran Yogyakarta“ dari Jogja juara kedua, “Jomblo“ dari Bandung juara ketiga, dan juara favorit jatuh ke “Monas“ dari Jakarta.
Sebagai bentuk komitmen untuk mendorong generasi muda berpartisipasi menggerakkan roda industri kreatif Indonesia sekaligus mengusung nilai-nilai utama keluarga, Harian KOMPAS kemudian memproduksi board game hasil “BGC2015“. Produksi tahap pertama mencakup dua board game, yaitu “Waroong Wars“ dan “Pagelaran Yogyakarta“, diluncurkan di Gramedia World Expo, Bintaro, Tangerang Selatan pada hari Sabtu 31 Oktober yang lalu.
“Waroong Wars“ adalah card game yang bisa dimainkan berdua atau paling banyak berlima. Tugas pemain hanya memasak, dan para pemain dituntut untuk saling rebut memasak beragam menu kuliner khas Jawa Timur. Siapa paling banyak memasak jadi pemenangnya. Saat memainkan “Waroong Wars“, orangtua punya kesempatan besar untuk mengenalkan kekayaan kuliner bangsa ini pada anak-anak.
Board game “Pagelaran Yogyakarta“ benar-benar menggunakan papan permainan, dengan aktivitas dilakukan di atas papan seperti permainan Monopoli. Setiap pemain bertugas mengelola pertunjukan di sebuah gedung pertunjukan yang akan bangkrut di kota Jogja. Tugasnya lumayan berat. Selain bersaing dengan “pengelola“ lainnya (permainan ini maksimal dimainkan 4 orang), pemain juga dituntut untuk mencicil utang gedung ke bank secara periodik. Board game ini dapat dimanfaatkan sebagai cara yang sangat menyenangkan untuk mengenalkan konsep strategi dan pengelolaan sumber daya ke anak, termasuk mengenai pentingnya mengelola uang, waktu, peluang, dan risiko. “Pagelaran Yogyakarta“ juga dapat menjadi gerbang pertama bagi anak-anak untuk mengenal berbagai pertunjukan tradisional semacam keroncong, kethoprak, campur sari, wayang orang, wayang kulit, tembang macapat, dan lain sebagainya.
Memang benar “Waroong Wars“ dan “Pagelaran Yogyakarta“ dapat menjadi mekanisme baru untuk menambah keceriaan keluarga, tetapi kedua permainan itu tetaplah hanya alat. Yang terpenting adalah niat dan komitmen untuk seoptimal mungkin memanfaatkannya demi kebaikan keluarga.
Dalam setiap kotak board game terselip kewajiban. Upaya untuk memperjuangkan keceriaan keluarga tidak bisa selesai dengan sekadar membeli sebuah board game. Orangtua harus hadir bersama anak-anak, dan memainkannya. Karena pada akhirnya, bagi anak-anak kita, kehadiran orangtua sesungguhnya tidak pernah bisa tergantikan oleh apa pun juga.
Selamat bermain! 

KOMPAS.com Raih Penghargaan Superbrands Award 2017

KOMPAS.com meraih penghargaan dalam kategori "online news" pada Superbrands Award 2017

GRAMEDIA SCIENCE DAY 2nd Science Olympic 2017

Gramedia bekerja sama dengan BCA kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan mengenal sains dengan cara menyenangkan dan kreatif, Gramedia Science Day.

BRITAMAXHAIDAY YOUTH EXPLORATION: #LIVEDREAMEXPLORE!

Muda, tidak mudah menyerah, senang mengeksplorasi. Tiga semangat itulah yang HAI ingin tularkan kepada teman-teman Indonesia melalui BritAmaXHaiDay pada...

DENDANG KENCANA 2017

KOMPAS GRAMEDIA berkeinginan untuk kembali menghidupkan DENDANG KENCANA, sebuah kegiatan kepedulian pada anak-anak dan guru, khususnya lewat lagu anak....

GRAMEDIA PRINTING SUARA PILKADA DKI 2017

Gramedia Printing menjadi penyedia pencetakan surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 putaran kedua.

BOBO.ID - Semangat Masa Kanak-kanak

Bertepatan dengan ulang tahun ke-44 Majalah Bobo meluncurkan sebuah “permainan“ baru yaitu BOBO.ID.

HUT ke-43 GPU: #Nyala43

Telah 43 tahun “nyala api“ Penerbit Gramedia Pustaka Utama menerangi cakrawala literatur bangsa Indonesia.

PENGHARGAAN LOPER KORAN TELADAN DI HUT KE-22 JASATAMA POLAMEDIA

HUT ke-22 Jasatama Polamedia yang jatuh pada 27 Maret dirayakan sederhana tapi tetap meriah di Kebun Raya Bogor pada Selasa, 28 Maret

PESTA KOMUNITAS se-INDONESIA!

Kompasiana bekerja sama dengan Tribun Jogja mempersembahkan Indonesia Community Day (ICD) pada Sabtu, 13 Mei mendatang di Plaza Pasar Ngasem, Yogyakar...

THE 18TH INTERNATIONAL OTOBURSA TUMPLEK BLEK 2017

The 18th International OTOBURSA Tumplek Blek 2017 berhasil menarik 80.577 pengunjung dengan total transaksi mencapai 33,15 miliar rupiah selama dua hari...
© 1963 - 2017  Kompas Gramedia - All rights reserved.
Website by PandavaMedia