JAKARTA, 24 NOVEMBER 2025 - Kompas Gramedia bekerja sama dengan Astra menggelar pameran seni rupa bertajuk “Satu Tanah, Seribu Ketangguhan” di Bentara Budaya Jakarta, 20-29 November 2025. Diikuti 27 seniman dari berbagai kota, pameran mengekspresikan daya tahan bangsa Indonesia melewati berbagai tantangan sehingga bertahan sampai 80 tahun ini, bahkan semakin maju.
Pameran dibuka pada Kamis (20/11/2025) sore, pukul 16.00 WIB. Total ada 40 karya yang ditampilkan, terdiri dari lukisan, keramik, drawing, instalasi, dan grafis. Karya-karya tersebut merupakan tafsir visual tentang sejarah masyarakat Indonesia bersatu, memperjuangkan kemerdekaan, dan kemudian mempertahankannya sampai sekarang. Para seniman mengungkapkan optimisme dan harapan bangsa ini akan terus berkembang menjadi bangsa besar. ![]()
Kurator pameran M. Hilmi Faiq, menjelaskan bahwa pameran ini lahir dari keberanian untuk kembali pada akar. “Tanah adalah tubuh bersama. Ia menyimpan ingatan purba tentang siapa kita, dari mana kita tumbuh, dan bagaimana kita saling menguatkan sebagai bangsa,” ungkapnya. Pandangan ini menjadi titik berangkat seluruh narasi pameran.
Pameran ini merayakan beragam lapisan pengalaman manusia Indonesia. Setiap karya menjadi bagian dari lanskap yang lebih luas—lanskap yang dibangun oleh peristiwa sejarah, memori komunal, trauma yang disembuhkan, dan harapan yang terus tumbuh. Ketangguhan Indonesia selalu lahir dari hal-hal yang sederhana: dari gotong royong, dari tangan-tangan yang mau menolong satu sama lain, dari cinta tanah air yang tumbuh dalam keseharian.![]()
"Tanah dalam pameran ini diposisikan bukan sebagai objek visual semata, melainkan sebagai simbol kehidupan yang menautkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ia menyerap hujan, menumbuhkan tunas, dan memeluk kehidupan baru. Di sanalah seni menemukan perannya sebagai penutur rasa, penanda waktu, dan penenun pengalaman kolektif," kata Faiq.
“Saya sebagai Menteri Kebudayaan sangat senang sekali diundang pada hari ini di Bentara Budaya Jakarta dalam rangka pameran yang bertemakan sangat penting bagi kita ‘Satu Tanah Seribu Ketangguhan’, karena segala macam usaha dalam memajukan nasional ini merupakan tanggung jawab bersama,” ucap Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.
“Kita liat seni rupa ini salah satu yang sangat penting supaya memiliki sustainability untuk ke depan. Termasuk upaya-upaya kita, bagaimana mendorong semangat kebudayaan di tengah peradaban karya-karya perupa kita, dapat muncul, dikenal, dan mendapat apresiasi tempat di panggung seni rupa dunia,” tambah Fadli Zon.
![]()
Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini berasal dari latar belakang beragam. Mereka adalah Anjastama, Alfiah Rahdini, Aprilia, Asmara Wreksono, Audya Amalia, Cecil Mariani, Dessy Febrianti, Dikco Ayudya, Don Bosco, Putu Dudik Ariawan, Emmy Go, Fatih Jagad Raya, Hilda Alhaque Islami, Jitet Koestana, Lena Guslina, Muna Diannur, Nanang Widjaya, Rabiatul Asqiah, Rb Ali, Saskia Gita Sakanti, Sekar Puti Sidhiawati, Setiyoko Hadi, Stereoflow, Tamar Saraseh, Vendy Methodos, Walid Basalamah, dan Zakka Nurul Giffani Hadi.
General Manager Bentara Budaya dan Communication Management Kompas Gramedia Ilham Khoiri, mengungkapkan, Kompas Gramedia dan Astra memiliki tekad untuk terus menggelorakan semangat nasionalisme kepada khalayak lebih luas melalui berbagai jalur, termasuk seni rupa. Dalam pameran ini, para seniman diajak untuk mengusung semangat nasionalisme dalam bahasa seni visual. "Selain diikrarkan dengan bahasa kata-kata, nasionalisme juga dapat diutarakan dengan bahasa rupa sebagaimana dilakukan para seniman melalui karyanya," katanya.
Pameran ini merupakan lanjutan kerja sama Kompas Gramedia dan Astra yang telah terjalin selama beberapa tahun ini. Kolaborasi antara Bentara Budaya, Kompas Gramedia, dan Astra menunjukkan komitmen bersama untuk terus menyalakan semangat nasionalisme melalui seni. "Ini bukan hanya kerja sama program, tetapi kerja sama merawat identitas bangsa,” kata Hilmi Faiq.